19 Des 2011
Hujan makin menggoda.
Sepertinya hujan tau perasaanku..
Buktinya ia turun siang ini.
Huufff,,buat rindu dihati makin menggebu, tak sabar menanti kedatanganmu sayang.
18 Des 2011
Because Love . . .
Because love, Shah Jahan membangunkan sebuah bangunan yang bernama TAJ MAHAL untuk istri tercinta. Because love, kupilih namamu dalam do'a2 ku untuk kebahagiaanmu selalu.
16 Des 2011
13 Des 2011
Pantai Pangandaran. . .
Hmm.. Beberapa hari ini selalu tefikirkan untuk dapat menikmati sunset di Pantai Pangandaran denganmu berdua saja.
Arggghhhh....
Ya Allahhhh...
isi kepala udah penuh dengan kerjaan dan tugas2 kuliah..
Subahnallah...
gak kuatttttttt......
T_T
8 Des 2011
Surat Rindu untuk kamu..
Selamat siang rindu,
Tadi pagi aku bangun dengan tubuh lemas dan kepala pusing. Baru saja ia berputar ditempat sepuluh kali. Mungkin
aku mau sakit, atau bahkan mungkin aku sudah sakit. Entahlah, rasanya tidak
enak.
Aku jadi ingat waktu kecil dulu. Ibuku
pasti membelikan sesuatu ketika aku sakit, entah itu makanan atau mainan untuk
menghiburku. Perlakuan beliau selama ini padaku membuat aku manja jika sedang
sakit.
Seperti
saat ini, aku ingin sekali kau ada disampingku, menemani aku ingin berjumpa denganmu, atau paling tidak, kau bisa hadir
lewat suaramu.
Maafkan aku rindu, surat ini tak
bisa kutulis panjang2. Terasa semakin berputar ketika aku menulisnya. Tapi aku
tak lupa kok untuk merindukanmu hari ini.
~Dari aku yang selalu merindukanmu~
7 Des 2011
4 Des 2011
26 Nov 2011
Renungan malam - untuk dibaca sebelum tidur...
Cobalah kita
bayangkan...............
Pernahkah kita menatap
orang-orang terdekat kita saat ia sedang tertidur pulas ?
Kalau belum, cobalah
sekali saja menatap mereka saat sedang tidur pulas . Saat itu yang tampak
adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Cobalah menatap
wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah
sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir
pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah
getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan
yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita.
Pengorbanan yang
kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil, yang entah kenapa selau saja nampak
besar.
Secara ajaib
Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur
mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang
kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika
tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata,
tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". Dan
penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang
bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik
anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan
hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah
kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka ketika tidur. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan
seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Ini akan
menjadikan muhasabah kita terasa berarti, hingga kita tak mampu berkata selain
menyesalkan perbuatan yang menyakitkan kepada mereka yang pernah kita lakukan,
sehingga kita hanya menginginkan kebaikan untuk mereka.
Semua
kesalapahaman yang kecil, yang membuat pertengkaran-pertengkaran kita dengan
mereka seakan sirna tak berbekas, hanya kebaikan mereka yang teringat karena
keluguan wajah mereka ketika tertidur. Dan rasa cinta semakin subur kepada
mereka...
Bayangkanlah apa
yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu"
tak mampu lagi membuka matanya, selamanya .
24 Nov 2011
Untitle...
Aku seperti sakit, tapi tak tau sakit apa.
Aku seperti menangis, tapi tak berair mata.
Aku seperti pergi, tapi masih disini.
Aku seperti mati, tapi masih bernafas.
23 Nov 2011
Sayap-Sayap Patah (Kahlil Gibran)
Wahai Langit…
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin berserakan
Sebelum hilang di terpa angin
Sambil terduduk lemah
Sebelum hilang di terpa angin
Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu ingin kurengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Bercampur baur dengan debu ingin kurengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini ia telah patah
Tertusuk duri-duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini ia telah patah
Tertusuk duri-duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan
Kurang sehat. . .
Aku mengira telah terjadi gempa dikota ku. Karena dari pagi tadi aku merasakan agak goyang. Ternyata aku yang kurang sehat hari ini. Dan sedikit sempoyongan.
Salad buah..
Mendengar dirimu sakit, aku langsung berfikir untuk membuatkan salad buah untukmu. Tapi hanya lewat anganku. Karena aku tak menemukan jalan untuk mengantarnya sampai kerumah mu.
22 Nov 2011
Menggodamu...
Coba kau hitung kasih, rintik hujan yang turun pagi ini di kota kita. Berapa banyak? Pasti kau sulit menghitungnya kan. Ya, seperti itu rinduku padamu, sulit dihitung berapa jumlahnya.
Selingkuhan ku. . .
Maaf sayang..
Kemarin malam aku tak menepati janjiku untuk tidur lebih awal seperti yang kau mau. Aku lebih memilih berdua dengan buku catatanku. Hahahaha, sampai aku menyebutnya "selingkuhan ku".
Kemarin malam aku tak menepati janjiku untuk tidur lebih awal seperti yang kau mau. Aku lebih memilih berdua dengan buku catatanku. Hahahaha, sampai aku menyebutnya "selingkuhan ku".
21 Nov 2011
Stok Sabar. . .
Tuhan. . .
Sepertinya perasaanku kurang sehat. Karena dari kemarin aku ingin menangis. Apa karena stok pemberian-Mu sudah tinggal sedikit ya? Kalau gitu, bolehkah aku meminta pada-Mu Tuhan untuk dikirimkan lagi stok sabar yang banyak? Tolong aku ya Tuhan.
Sepertinya perasaanku kurang sehat. Karena dari kemarin aku ingin menangis. Apa karena stok pemberian-Mu sudah tinggal sedikit ya? Kalau gitu, bolehkah aku meminta pada-Mu Tuhan untuk dikirimkan lagi stok sabar yang banyak? Tolong aku ya Tuhan.
19 Nov 2011
16 Nov 2011
Cinta dalam sepotong roti. . .
Kedengaran deperti judul film tahun 70-an ya..
Tapi, aku merasakan itu tadi pagi..
Kamu berbaik hati membawakan sarapan buat aku. Saat lihat potongan roti tawar dengan selai itu, ya anak kecil juga tau itu potongan yang sangat berantakan. Tapi bagi ku, itu potongan terbaik mu.
Senyum ku langsung mengembang saat melihat potongan roti yang kau bawa.
Bahkan aku sangat menikmatinya, dan sepotong roti itu membuat aku sangat kenyang..
Hal romantis yang pernah kau lakukan buat aku..
Terimakasih sayang :)
15 Nov 2011
Cappucino. . .
Tahukah kamu sayang..
Hari ini aku ingin bercerita dan mendengar cerita mu..
Ditemani dengan satu gelas Cappucino.
Cappucino itu kan minuman favorite kita ber2 sayang.
Hari ini aku ingin bercerita dan mendengar cerita mu..
Ditemani dengan satu gelas Cappucino.
Cappucino itu kan minuman favorite kita ber2 sayang.
Walau kadang aku hanya menikmatinya sendiri tanpamu.
Tapi hari ini aku ingin menikmati nya ber2.
Kamu mau kan...
Kamu mau kan...
8 Nov 2011
Sungguh..!! Aku sangat rindu..
Apa kabar Abang? Aku yakin, pasti sakit dikepalamu sudah tidak pernah kambuh lagi sekarang,
Iyakan? Maaf ya bang, setelah lebaran tahun ini, aku gak pernah mengunjungimu
lagi.
Ah, aku jadi
teringat dengan porsi nasimu yang ku anggap berlebihan. Itulah bang, yang buat
aku sering teringat tentang dirimu bahkan merindukanmu.
Aku rindu. Rindu
sekali Abang. Aku merindukan tiap kali Abang bercerita tentang wanita yang
selalu ingin kau pinang. Merindukan di saat aku menyemangati dirimu untuk terus
gapai cinta dan citamu. Rindu juga saat kau melarang ku menjauhi temanmu
sendiri. Padahal aku mempunyai rasa deg2an jika bertemu temanmu itu. Ada rasa
marah padamu saat itu. Tapi aku tersadar apa yang kau katakan itu baik untukku.
Dan itu semua sudah berlalu bang. Aku tak pernah mengingat itu.
Abang, tau kah
kau saat ini aku membutuhkan nasehat darimu. Karena kaulah satu-satunya orang
yang tak akan menghakimi aku. Dan tak akan menyalahi aku atas apa yang telah
aku lakukan.
Kini aku sedang
merasa jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Ya tepatnya tiga tahun
yang lalu. Kau mungkin sudah melihatnya, tapi belum aku kenalkan.
Tentu dirimu
bertanya-tanyakan dimana aku bisa berjumpa dengannya? Bukan tak mau bercerita
padamu, tapi kurasa terlalu panjang jika aku ceritakan. Yang pasti aku bahagia
punya perasaan ini. O ya, dia juga sering menyampaikan salamnya untukmu jika
aku mengunjungimu.
Kalau saja kalian
bisa berjabat tangan langsung ya...
Abang, tentu engkau masih ingat kata2 yang
kuucapkan saat aku mengunjungimu sore itu satu bulan yang lalu. Kata2 yang
kubisikan tepat di samping nisanmu sesaat sebelum aku melangkah pergi
meninggalkan makammu. Ingatkan? Itulah rahasia besar dalam hidupku yang hanya
sanggup kukatakan padamu. Karena aku tau, abang mengenalku lebih dari siapapun.
Tapi,
ketika aku berbisik singkat sambil bersimpuh di depan makammu, hanya gundukan
tanah berlapis rumput hijau terang serta aroma rumput basah bercampur wangi
melati dari makam sebelah yang mendengar kala keresahan hati itu aku
berceritakan. Aku bagai berada di tengah pematang sawah yang luas sekali. Tak
bertepi dan tak berpegangan pada apapun. Aku coba memanggilmu, Abang. Tapi
jawaban yang ada hanyalah sepi. Seketika semua itu membuat aku sadar bahwa tak
ada tempat untukku mengadu lagi.
Ahh,,semakin
rindu saja aku padamu…
Abang. Engkau tentu mengerti bagaimana
rasanya menjangkau sesuatu yang sama sekali tak terjangkau? Ingin menyentuh
sesuatu namun hanya angin yang kurasakan. Adakalanya, ketika aku putus asa, aku
dihinggapi keinginan untuk menyusulmu. Mungkin dengan begitu rasa yang selama
ini mengendap dan menetap dalam hatiku bisa lenyap sama sekali. Ya, setidaknya
aku bisa membaginya denganmu Abang. Namun suara sayup2 dzikir yang berulang
kuucapkan setiap berakhir sholat, menyadarkan aku atas pikiran bodohku
itu dan sekaligus menguatkanku.
Masalah yang sering menghampiriku kadang membuat aku lemah
dan tak berdaya. Abang pasti kau tau, kalau sudah begitu aku hanya bisa
menangis dan berusaha mencari jalan keluar itu sendirian. Aku juga tetap
berusaha menerima takdirku apa adanya. Namun tak kusangka, berkali2 aku
mencoba, berkali2 juga aku gagal. Banyak orang bilang bahwa itu adalah salah
satu pembelajaran untukku agar aku bisa menjadi lebih dewasa.
Abang, kucukupkan suratku sampai disini. Surat yang mungkin tak pernah kau terima. Setelah
aku berbagi denganmu, rasa yang menghimpit dadaku hingga sesak setidaknya telah
sedikit berkurang sekarang. Meskipun dalam hitungan hari bahkan jam, rasa
gamang dan pedih akan datang kembali lagi kemudian. Semoga aku tetap sanggup
bertahan ya, bang. Do’akan aku untuk itu.
Abang, sampaikan salam rindu dan peluk penuh
cintaku untuk Kakek dan Nenek disana. Dan kumohon Abang tidak ceritakan rahasiaku
ini pada mereka ya? karena aku tak ingin mereka khawatir padaku.
Hehehe, ya karena kau tau kan, aku juga
kesayangan mereka.
-Peluk cium dan rindu dari aku, adikmu-
*R*
7 Nov 2011
Menggoda Hujan. . .
aha! saya tau sekarang, kenapa kalian akhirnya turun di bulan november? ehm, biar dibilang romantis kan? biar sama dengan judul lagu kan?http://www.4shared.com/audio/q8AepUdJ/Gun_s_and_roses_-_November_Rai.htm
6 Nov 2011
Ceritaku pada Tuhan untuk ibu dan ayah. . .
Ucapan syukur Alhamdulillah terutama sekali yang harus aku ucapkan.
Karena sampai hari ini aku masih bisa mencium kedua tangan orang tua ku.
Karena sampai hari ini aku masih bisa mencium kedua tangan orang tua ku.
Dan setidaknya aku merasa orang paling beruntung karena masih memiliki
orang tua.
Ya, walau mungkin aku sering membuat jengkel kalian.
Ya, walau mungkin aku sering membuat jengkel kalian.
Walaupun kalian marah padaku, aku tetap sayang kalian..
Do’a yang sering aku minta setiap hari, yang paling utama adalah untuk ibu dan ayah.
Memohon pada Tuhan agar mereka diberi umur panjang.
Ya, kata orang-orang yang ahli agama meminta umur panjang itu gak boleh.
Do’a yang sering aku minta setiap hari, yang paling utama adalah untuk ibu dan ayah.
Memohon pada Tuhan agar mereka diberi umur panjang.
Ya, kata orang-orang yang ahli agama meminta umur panjang itu gak boleh.
Tapi aku seakan memaksa Tuhan untuk memberi umur yang panjang buat orang
tua ku.
Karena aku gak bisa bayangkan gimana rasanya bila aku harus kehilangan salah satu dari mereka. Aku bahkan ingin mengubah takdir Tuhan sesuka ku. Biarkan umur ku menjadi penambah bagi umur mereka. Bagiku, gak masalah jika aku yang harus dipanggil unutk menghadap Tuhan duluan. Karena aku ingin ibu dan ayah mencapai keinginan terbesar mereka.
Karena aku gak bisa bayangkan gimana rasanya bila aku harus kehilangan salah satu dari mereka. Aku bahkan ingin mengubah takdir Tuhan sesuka ku. Biarkan umur ku menjadi penambah bagi umur mereka. Bagiku, gak masalah jika aku yang harus dipanggil unutk menghadap Tuhan duluan. Karena aku ingin ibu dan ayah mencapai keinginan terbesar mereka.
Berangkat ketanah suci.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Aku juga minta pada Tuhan untuk memberi rejeki yang halal lagi berkah
sampai kapanpun. Itu juga biar ibu dan ayah senang sampai masa tua mereka. Entah
dari mana saja jalan datang nya rejeki itu, yang penting halal dan berkah.
Aku juga minta pada Tuhan, agar selalu membuat ibu dan ayah ku senang dalam
berbagai hal. Ikhlas dalam menghadapi kerikil-kerikil hidup. Ingat akan Engkau
Yang Maha Segalanya.
Maaf ya Tuhan jika aku meminta kebaikan yang banyak buat orangtua ku. Karena dengan memohon semuanya kepada-Mu yang bisa buat aku damai. Ya walaupun Engkau mungkin terkadang enggan mengabulkannya untuk ku. Karena aku juga sadar, aku seorang remaja yang sering lalai padamu. Tapi kalau buat orang tuaku, mohon dengan sangat ya Tuhan, permintaan ku di terima.
Maaf ya Tuhan jika aku meminta kebaikan yang banyak buat orangtua ku. Karena dengan memohon semuanya kepada-Mu yang bisa buat aku damai. Ya walaupun Engkau mungkin terkadang enggan mengabulkannya untuk ku. Karena aku juga sadar, aku seorang remaja yang sering lalai padamu. Tapi kalau buat orang tuaku, mohon dengan sangat ya Tuhan, permintaan ku di terima.
Tuhan, tolong katakan juga pada Malaikat-Malaikat MU, untuk menjaga kedua
orang tua ku. Karena aku tak setiap detik bisa didekat mereka. Pasti Engkau tau
Tuhan. Aku bekerja dan belajar. Belum lagi kelelahan setiba ku di rumah. Sampai
ibu dan ayah beranggapan aku tak perduli. Ahh,, begitu lemah ku rasa. Sampai
aku meminta Malaikat-Mu yang menjaga ibu dan ayah ku.
Cerita kita disini dulu Tuhan. Nanti kita cerita lagi ya.
Cerita lanjutan ibu, ayah, kakak, adik, dan hidupku sendiri.
Terimakasih Tuhan buat semuanya yang Engkau beri untuk ku.
Cerita lanjutan ibu, ayah, kakak, adik, dan hidupku sendiri.
Terimakasih Tuhan buat semuanya yang Engkau beri untuk ku.
I Love My Family
(sampaikan juga ya Tuhan pada mereka tentang rasa cintaku kepada mereka)
Untukmu yang selalu dihatiku . . .
Hujan
sore ini membuatku ingin menyampaikan tiga hal yang ingin kau tau. .
Ada
tiga hal yang aku ingin kau tau.
Pertama,
aku masih mencintaimu. Huh! Sebenarnya aku gak suka dengan kata
‘masih’ yang ada ditengah2 kalimat itu. Aku lebih suka jika
menulisnya dengan ‘aku mencintaimu’ tanpa ‘masih’, pasti akan
terdengar lebih tulus. Tapi terpaksa aku menggunakan kata ‘masih'.
Jadi sekali lagi, aku mencintaimu tanpa ‘masih’, entah sampai
kapan.
Kedua,
aku takut kehilanganmu. Jangankan kehilangan, menyadari bahwa suatu
saat kau akan melupakanku, itu saja sudah membuat diriku cemas.
Karenanya bila waktu bisa diulang, aku ingin sekali menggenggam
tanganmu saat kita jalan berdampingan, biar aku tak kehilangan dirimu
lagi. Ketahuilah sayang, aku bahkan rela membuang airmataku saat aku
merasa takut kehilanganmu.
Ketiga,
aku ingin menjadi milikmu. Sudah pasti akupun ingin memiliki dirimu.
Betapa diam2 aku selalu mengkhayalkan tentang kita, kau, aku dan
anak2 kita. Dan betapa aku merindukan bisa mendengar cerita2mu setiap
hari, bisa memasakkan makanan terlezat untukmu, mencium tanganmu
sesaat sebelum kau pergi dan setibamu di rumah, bahkan aku ingin
sekali menyandang namamu dibelakang namaku.
Itulah
tiga hal yang ingin kusampaikan padamu. Memang begitu sederhana dan
aku tak berharap matamu berkaca2. Aku hanya ingin kau tersenyum
ketika membacanya, paling tidak kau akan merindukanku.
Baiklah
sayang, aku selalu menyayangimu, tak akan pupus. Jika suatu saat kau
rindu padaku, ingatlah tiga hal yang kutuliskan diatas dan
percayalah, akupun merindukan dirimu.
Dari
aku,
yang masih mencintaimu…
2 Nov 2011
Doa ku
Tuhan
yang maha pengasih dan penyayang,
Saat
ini aku bersimpuh dan berserah diri dihadapan-Mu, Tuhan. Aku ingin mengadu
padaMu. Hatiku diliputi rasa gelisah akhir2 ini, semua pikiran memenuhi
kepalaku. Ada rasa kecewa, rasa sedih, rasa bersalah, rasa sesal dan juga rasa
takut kehilangan.
Tuhan yang maha mengetahui,
Kau
tau kan aku sedang jatuh cinta? Jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Kau
pasti tau siapa dia. Dia adalah orang yang begitu aku kasihi, begitu aku
sayangi dan sulit untuk aku lupakan hingga kini, karenanya aku takut kehilangan
dia.
Bolehkah
aku mengirimkan beberapa doa untuknya, Tuhan? meski aku tak tau apakah Kau
bersedia mengabulkan doaku ini atau tidak, meski aku tau doaku ini terdengar
mustahil dan sulit untuk dikabulkan tapi aku tetap berharap Kau tetap mau
mendengarkannya.
Orang
yang namanya sering aku lafazkan dalam hati dan kurajut dalam doa ini adalah
orang yang membuat hidupku penuh warna dalam kesederhanaannya. Meskipun
terkadang dia bikin aku geleng2 kepala tapi tak dapat kuingkari dia lebih
sering membuatku tertawa. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan bisa mengenal
dia. Dia adalah lelaki perasa namun penuh kesederhanaan. Jauhkan dia dari sifat
sombong yang belum pernah kutemukan dalam dirinya, ya Tuhan?
Ya
Tuhan yang maha mendengar, jagalah kesehatannya. Ah andai saja dia tau
kekhawatiranku melihatnnya beraktifitas hingga larut malam dan betapa aku
mencemaskannya melihat beberapa batang rokok yang dia habiskan setiap hari. Jika
kata2ku tak cukup mampu membuatnya berhenti, tolong ingatkan dia Tuhan, karena
bila aku kehilangan dia, aku akan merasa kehilangan hidupku juga.
Aku
senang melihat dia punya mimpi. Tolong bimbing dia dalam mewujudkan mimpi2nya
Tuhan. Aku senang mendengar tiap kali dia bercerita tentang keinginan2nya itu
tapi aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk membantunya agar tetap
semangat merealisasikan semua keinginannya itu . Terus kobarkan semangatnya
Tuhan, meski aku tak mampu menyemangatinya. Buat dia melakukannya untuk
dirinya sendiri dan keluarganya. Aku yakin dia mampu mewujudkan mimpinya yang
akan membuat dirinya dan keluarganya bangga… termasuk aku juga, walaupun aku
sadar bahwa keberadaanku tak pernah masuk dalam rencana hidupnya.
Apakah
aku ada dalam mimpi2nya, Tuhan? Selipkanlah sesekali jika tidak. Karena
aku tak ingin dia melupakan aku saat dia terbangun pagi hari. Kau tau kan
Tuhan, dia adalah orang yang pertama kali aku ingat saat membuka mata dan juga
yang terakhir aku sebut sebelum tidur. Orang yang aku rindukan siang dan malam.
Alasan aku menitikkan airmata akibat memendam rasa rindu padanya, serta pemilik
hangat genggaman tangan yang selalu membuat aku takut kehilangan.
Tuhan
yang maha lemah lembut, aku tak tau apa rencana yang Kau miliki atau yang
sedang Kau tulis untuk dia, untuk aku dan untuk kami berdua, yang pasti aku
bahagia sudah diberi kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh bahkan diberi
kesempatan untuk mencintainya. Maka aku hanya bisa menyematkan namanya dalam
doa2ku dan berharap Kau akan mengabulkannya.
Jagalah
dia Tuhan, sekarang, nanti dan selamanya. Bersamaku atau tidak, tetap berikan
yang terbaik untuknya. Limpahkanlah kebahagiaan untuk dia dan keluarganya
sampai kapanpun.
Terima
kasih telah mendengar doaku.
Amin ya Robb…
25 Okt 2011
Senyum Itu Menyenangkan
Sering kita mendengar pepatah seperti ini "Senyum Itu Ibadah"
Ya, benar sekali kalau senyum itu ibadah, dan ibadah itu Insyaallah mendapat pahala jika kita tulus senyum dari dalam hati..
Sebelumnya, aku seorang yg jarang sekali tersenyum..
Tapi, ketika aku membaca sebuah buku, dan di situ aku
24 Okt 2011
Kisah seorang Ayah dan Putrinya : "Aku mau bayar waktu ayah setengah jam"
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. "Kok, belum tidur ?"sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Ayah menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, "Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau Tanya berapa sih gaji Ayah ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Ayah ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10jam dan di bayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Ayah masih lembur. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo ? " Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara Ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya."Kalo satu hari Ayah dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Ayah digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew. Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Ayahnya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya, "Ayah, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Ayah..." Kesabaran Andrew pun habis. "Ayah bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di
tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, "Maafkan Ayah, Nak, Ayah sayang sama Sarah. Tapi buat
apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok
kan bisa. Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Ayah kasih" jawab
Andrew
"Ayah,
aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya,
iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut. "Aku menunggu Ayah dari jam
8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama
sering bilang kalo waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti
waktu Ayah. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi.. karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar
Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.. 20.000,-. Tapi duit
tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Ayah" kata
Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.
"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya"
16 Sep 2011
Dan Ternyata Senyum Itu Menyenangkan..
Sering aku mendengar kata-kata seperti ini “Senyum Itu Ibadah”.
Ya mungkin apabila kita tersenyum, kita akan mendapat pahala dari Sang Maha Pencipta.
Dulu, aku seorang yang jarang sekali tersenyum, mungkin senyum akan aku lakukan ketika aku berpapasan dengan orang yang aku kenal saja.
Tapi, suatu hari aku pernah membaca sebuah buku. Didalamnya menceritakan tentang kisah seorang Nabi Muhammad S.A.W.
Dari buku itu terdapat tulisan seperti ini
”Nabi Muhammad senantiasa menebarkan senyumnya dalam setiap
perjalanan dakwah beliau. Dan dengan senyum itulah, tak terhitung sudah
berapa banyak hati yang tersentuh olehnya. Tak terhitung sudah kesombongan yang telah
luluh karenanya. Tak terhitung sudah jiwa yang senantiasa merindukannya.
Dengan senyum hangatnya itulah Nabi Muhammad saw telah banyak menyentuh hati
para sahabat, isteri-isteri, dan para pengikutnya. Dan dengan senyum
itu pulalah dakwah beliau terus masuk ke setiap jengkal bumi Allah
S.W.T.
Bahkan mengenai senyum ini Nabi Muhammad saw telah bersabda, "Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah." Hadits Riwayat At Tirmidzi dalam sahihnya.”
Tulisan itu yang membuat aku berfikir, ”Kenapa aku tidak bisa melakukan hal kecil yang sering Nabi Muhammad S.A.W lakukan..??”

Senyum juga bukan hal yang sulit apa bila kita tulus ikhlas melakukannya.
Senyum juga membuat aku merasa damai.
Senyum juga dapat mengobati sedikit rasa kesepian yang terkadang melanda aku.
Senyum juga dapat membuat orang lain senang berteman dengan ku.
Akupun menyukai senyum ku :)
Langganan:
Komentar (Atom)























