26 Nov 2011

Renungan malam - untuk dibaca sebelum tidur...


Cobalah kita bayangkan...............
Pernahkah kita menatap orang-orang terdekat kita saat ia sedang tertidur pulas ?
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur pulas . Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu... Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita.
Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil, yang entah kenapa selau saja nampak besar.
Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata... "betapa lelahnya aku hari ini". Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka ketika tidur. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Ini akan menjadikan muhasabah kita terasa berarti, hingga kita tak mampu berkata selain menyesalkan perbuatan yang menyakitkan kepada mereka yang pernah kita lakukan, sehingga kita hanya menginginkan kebaikan untuk mereka.
Semua kesalapahaman yang kecil, yang membuat pertengkaran-pertengkaran kita dengan mereka seakan sirna tak berbekas, hanya kebaikan mereka yang teringat karena keluguan wajah mereka ketika tertidur. Dan rasa cinta semakin subur kepada mereka...
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orang terkasih itu" tak mampu lagi membuka matanya, selamanya .

24 Nov 2011

Untitle...


Aku seperti sakit, tapi tak tau sakit apa.
Aku seperti menangis, tapi tak berair mata.
Aku seperti pergi, tapi masih disini.
Aku seperti mati, tapi masih bernafas.

23 Nov 2011

Sayap-Sayap Patah (Kahlil Gibran)


Wahai Langit…
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini
Begitu rapuh dan mudah terluka
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh saat berselimut cinta dan asa
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat, juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam katakan padaku
Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia
Menghargai apa arti cinta
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu
Disudut hati yang beku
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin berserakan
Sebelum hilang di terpa angin
Sambil terduduk lemah
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu ingin kurengkuh
Ku gapai kepingan di sudut hati
Hanya bayangan yang ku dapat
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini ia telah patah
Tertusuk duri-duri yang tajam
Hanya bisa meratap
Meringis
Mencoba menggapai sebuah pegangan

Kurang sehat. . .

Aku mengira telah terjadi gempa dikota ku. Karena dari pagi tadi aku merasakan agak goyang. Ternyata aku yang kurang sehat hari ini. Dan sedikit sempoyongan.

Salad buah..

Mendengar dirimu sakit, aku langsung berfikir untuk membuatkan salad buah untukmu. Tapi hanya lewat anganku. Karena aku tak menemukan jalan untuk mengantarnya sampai kerumah mu.

22 Nov 2011

Menggodamu...

Coba kau hitung kasih, rintik hujan yang turun pagi ini di kota kita. Berapa banyak? Pasti kau sulit menghitungnya kan. Ya, seperti itu rinduku padamu, sulit dihitung berapa jumlahnya.

Selingkuhan ku. . .

Maaf sayang..
Kemarin malam aku tak menepati janjiku untuk tidur lebih awal seperti yang kau mau. Aku lebih memilih berdua dengan buku catatanku. Hahahaha, sampai aku menyebutnya "selingkuhan ku".

21 Nov 2011

Stok Sabar. . .

Tuhan. . .
Sepertinya perasaanku kurang sehat. Karena dari kemarin aku ingin menangis. Apa karena stok pemberian-Mu sudah tinggal sedikit ya? Kalau gitu, bolehkah aku meminta pada-Mu Tuhan untuk dikirimkan lagi stok sabar yang banyak? Tolong aku ya Tuhan.  

19 Nov 2011

Lenganmu. . .

Tolong sampaikan pertanyaan saya pada kedua lenganmu, apakah mereka tak kangen memeluk tubuh saya?

16 Nov 2011

Cinta dalam sepotong roti. . .


Kedengaran deperti judul film tahun 70-an ya..
Tapi, aku merasakan itu tadi pagi..
Kamu berbaik hati membawakan sarapan buat aku. Saat lihat potongan roti tawar dengan selai itu, ya anak kecil juga tau itu potongan yang sangat berantakan. Tapi bagi ku, itu potongan terbaik mu.
Senyum ku langsung mengembang saat melihat potongan roti yang kau bawa.
Bahkan aku sangat menikmatinya, dan sepotong roti itu membuat aku sangat kenyang..
Hal romantis yang pernah kau lakukan buat aku.. 
Terimakasih sayang :)
 

15 Nov 2011

Cappucino. . .

Tahukah kamu sayang..
Hari ini aku ingin bercerita dan mendengar cerita mu..
Ditemani dengan satu gelas Cappucino.
Cappucino itu kan minuman favorite kita ber2 sayang.
Walau kadang aku hanya menikmatinya sendiri tanpamu.

Tapi hari ini aku ingin menikmati nya ber2.
Kamu mau kan...

8 Nov 2011

Sungguh..!! Aku sangat rindu..

Apa kabar Abang? Aku yakin, pasti sakit dikepalamu sudah tidak pernah kambuh lagi sekarang, Iyakan? Maaf ya bang, setelah lebaran tahun ini, aku gak pernah mengunjungimu lagi.

Ah, aku jadi teringat dengan porsi nasimu yang ku anggap berlebihan. Itulah bang, yang buat aku sering teringat tentang dirimu bahkan merindukanmu.

Aku rindu. Rindu sekali Abang. Aku merindukan tiap kali Abang bercerita tentang wanita yang selalu ingin kau pinang. Merindukan di saat aku menyemangati dirimu untuk terus gapai cinta dan citamu. Rindu juga saat kau melarang ku menjauhi temanmu sendiri. Padahal aku mempunyai rasa deg2an jika bertemu temanmu itu. Ada rasa marah padamu saat itu. Tapi aku tersadar apa yang kau katakan itu baik untukku. Dan itu semua sudah berlalu bang. Aku tak pernah mengingat itu.

Abang, tau kah kau saat ini aku membutuhkan nasehat darimu. Karena kaulah satu-satunya orang yang tak akan menghakimi aku. Dan tak akan menyalahi aku atas apa yang telah aku lakukan.

Kini aku sedang merasa jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Ya tepatnya tiga tahun yang lalu. Kau mungkin sudah melihatnya, tapi belum aku kenalkan.
Tentu dirimu bertanya-tanyakan dimana aku bisa berjumpa dengannya? Bukan tak mau bercerita padamu, tapi kurasa terlalu panjang jika aku ceritakan. Yang pasti aku bahagia punya perasaan ini. O ya, dia juga sering menyampaikan salamnya untukmu jika aku mengunjungimu.
Kalau saja kalian bisa berjabat tangan langsung ya...

Abang, tentu engkau masih ingat kata2 yang kuucapkan saat aku mengunjungimu sore itu satu bulan yang lalu. Kata2 yang kubisikan tepat di samping nisanmu sesaat sebelum aku melangkah pergi meninggalkan makammu. Ingatkan? Itulah rahasia besar dalam hidupku yang hanya sanggup kukatakan padamu. Karena aku tau, abang mengenalku lebih dari siapapun.

Tapi, ketika aku berbisik singkat sambil bersimpuh di depan makammu, hanya gundukan tanah berlapis rumput hijau terang serta aroma rumput basah bercampur wangi melati dari makam sebelah yang mendengar kala keresahan hati itu aku berceritakan. Aku bagai berada di tengah pematang sawah yang luas sekali. Tak bertepi dan tak berpegangan pada apapun. Aku coba memanggilmu, Abang. Tapi jawaban yang ada hanyalah sepi. Seketika semua itu membuat aku sadar bahwa tak ada tempat untukku mengadu lagi.

Ahh,,semakin rindu saja aku padamu…

Abang. Engkau tentu mengerti bagaimana rasanya menjangkau sesuatu yang sama sekali tak terjangkau? Ingin menyentuh sesuatu namun hanya angin yang kurasakan. Adakalanya, ketika aku putus asa, aku dihinggapi keinginan untuk menyusulmu. Mungkin dengan begitu rasa yang selama ini mengendap dan menetap dalam hatiku bisa lenyap sama sekali. Ya, setidaknya aku bisa membaginya denganmu Abang. Namun suara sayup2 dzikir yang berulang kuucapkan setiap berakhir sholat, menyadarkan aku atas  pikiran bodohku itu dan sekaligus menguatkanku.

Masalah yang sering menghampiriku kadang membuat aku lemah dan tak berdaya. Abang pasti kau tau, kalau sudah begitu aku hanya bisa menangis dan berusaha mencari jalan keluar itu sendirian. Aku juga tetap berusaha menerima takdirku apa adanya. Namun tak kusangka, berkali2 aku mencoba, berkali2 juga aku gagal. Banyak orang bilang bahwa itu adalah salah satu pembelajaran untukku agar aku bisa menjadi lebih dewasa.

Abang, kucukupkan suratku sampai disini. Surat yang mungkin tak pernah kau terima. Setelah aku berbagi denganmu, rasa yang menghimpit dadaku hingga sesak setidaknya telah sedikit berkurang sekarang. Meskipun  dalam hitungan hari bahkan jam, rasa gamang dan pedih akan datang kembali lagi kemudian. Semoga aku tetap sanggup bertahan ya, bang. Do’akan aku untuk itu.

Abang, sampaikan salam rindu dan peluk penuh cintaku untuk Kakek dan Nenek disana. Dan kumohon Abang tidak ceritakan rahasiaku ini pada mereka ya? karena aku tak ingin mereka khawatir padaku.
Hehehe, ya karena kau tau kan, aku juga kesayangan mereka.

-Peluk cium dan rindu dari aku, adikmu-

*R*

7 Nov 2011

Menggoda Hujan. . .

aha! saya tau sekarang, kenapa kalian akhirnya turun di bulan november? ehm, biar dibilang romantis kan? biar sama dengan judul lagu kan?http://www.4shared.com/audio/q8AepUdJ/Gun_s_and_roses_-_November_Rai.htm

6 Nov 2011

Ceritaku pada Tuhan untuk ibu dan ayah. . .


Ucapan syukur Alhamdulillah terutama sekali yang harus aku ucapkan.
Karena sampai hari ini aku masih bisa mencium kedua tangan orang tua ku.
Dan setidaknya aku merasa orang paling beruntung karena masih memiliki orang tua.
Ya, walau mungkin aku sering membuat jengkel kalian.
Walaupun kalian marah padaku, aku tetap sayang kalian..

Do’a yang sering aku minta setiap hari, yang paling utama adalah untuk ibu dan ayah.
Memohon pada Tuhan agar mereka diberi umur panjang.
Ya, kata orang-orang yang ahli agama meminta umur panjang itu gak boleh.
Tapi aku seakan memaksa Tuhan untuk memberi umur yang panjang buat orang tua ku.
Karena aku gak bisa bayangkan gimana rasanya bila aku harus kehilangan salah satu dari mereka. Aku bahkan ingin mengubah takdir Tuhan sesuka ku. Biarkan umur ku menjadi penambah bagi umur mereka. Bagiku, gak masalah jika aku yang harus dipanggil unutk menghadap Tuhan duluan. Karena aku ingin ibu dan ayah mencapai keinginan terbesar mereka.
Berangkat ketanah suci.
Allahu Akbar.

Aku juga minta pada Tuhan untuk memberi rejeki yang halal lagi berkah sampai kapanpun. Itu juga biar ibu dan ayah senang sampai masa tua mereka. Entah dari mana saja jalan datang nya rejeki itu, yang penting halal dan berkah.

Aku juga minta pada Tuhan, agar selalu membuat ibu dan ayah ku senang dalam berbagai hal. Ikhlas dalam menghadapi kerikil-kerikil hidup. Ingat akan Engkau Yang Maha Segalanya.

Maaf ya Tuhan jika aku meminta kebaikan yang banyak buat orangtua ku. Karena dengan memohon semuanya kepada-Mu yang bisa buat aku damai. Ya walaupun Engkau mungkin terkadang enggan mengabulkannya untuk ku. Karena aku juga sadar, aku seorang remaja yang sering lalai padamu. Tapi kalau buat orang tuaku, mohon dengan sangat ya Tuhan, permintaan ku di terima.

Tuhan, tolong katakan juga pada Malaikat-Malaikat MU, untuk menjaga kedua orang tua ku. Karena aku tak setiap detik bisa didekat mereka. Pasti Engkau tau Tuhan. Aku bekerja dan belajar. Belum lagi kelelahan setiba ku di rumah. Sampai ibu dan ayah beranggapan aku tak perduli. Ahh,, begitu lemah ku rasa. Sampai aku meminta Malaikat-Mu yang menjaga ibu dan ayah ku.

Cerita kita disini dulu Tuhan. Nanti kita cerita lagi ya.
Cerita lanjutan ibu, ayah, kakak, adik, dan hidupku sendiri.
Terimakasih Tuhan buat semuanya yang Engkau beri untuk ku.

I Love My Family 
(sampaikan juga ya Tuhan pada mereka tentang rasa cintaku kepada mereka)

Untukmu yang selalu dihatiku . . .


Hujan sore ini membuatku ingin menyampaikan tiga hal yang ingin kau tau. .
Ada tiga hal yang aku ingin kau tau.
Pertama, aku masih mencintaimu. Huh! Sebenarnya aku gak suka dengan kata ‘masih’ yang ada ditengah2 kalimat itu. Aku lebih suka jika menulisnya dengan ‘aku mencintaimu’ tanpa ‘masih’, pasti akan terdengar lebih tulus. Tapi terpaksa aku menggunakan kata ‘masih'. Jadi sekali lagi, aku mencintaimu tanpa ‘masih’, entah sampai kapan.
Kedua, aku takut kehilanganmu. Jangankan kehilangan, menyadari bahwa suatu saat kau akan melupakanku, itu saja sudah membuat diriku cemas. Karenanya bila waktu bisa diulang, aku ingin sekali menggenggam tanganmu saat kita jalan berdampingan, biar aku tak kehilangan dirimu lagi. Ketahuilah sayang, aku bahkan rela membuang airmataku saat aku merasa takut kehilanganmu.
Ketiga, aku ingin menjadi milikmu. Sudah pasti akupun ingin memiliki dirimu. Betapa diam2 aku selalu mengkhayalkan tentang kita, kau, aku dan anak2 kita. Dan betapa aku merindukan bisa mendengar cerita2mu setiap hari, bisa memasakkan makanan terlezat untukmu, mencium tanganmu sesaat sebelum kau pergi dan setibamu di rumah, bahkan aku ingin sekali menyandang namamu dibelakang namaku.
Itulah tiga hal yang ingin kusampaikan padamu. Memang begitu sederhana dan aku tak berharap matamu berkaca2. Aku hanya ingin kau tersenyum ketika membacanya, paling tidak kau akan merindukanku.
Baiklah sayang, aku selalu menyayangimu, tak akan pupus. Jika suatu saat kau rindu padaku, ingatlah tiga hal yang kutuliskan diatas dan percayalah, akupun merindukan dirimu.
Dari aku, yang masih mencintaimu

2 Nov 2011

Doa ku

Tuhan yang maha pengasih dan penyayang,
Saat ini aku bersimpuh dan berserah diri dihadapan-Mu, Tuhan. Aku ingin mengadu padaMu. Hatiku diliputi rasa gelisah akhir2 ini, semua pikiran memenuhi kepalaku. Ada rasa kecewa, rasa sedih, rasa bersalah, rasa sesal dan juga rasa takut kehilangan.
Tuhan yang maha mengetahui,
Kau tau kan aku sedang jatuh cinta? Jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Kau pasti tau siapa dia. Dia adalah orang yang begitu aku kasihi, begitu aku sayangi dan sulit untuk aku lupakan hingga kini, karenanya aku takut kehilangan dia.
Bolehkah aku mengirimkan beberapa doa untuknya, Tuhan? meski aku tak tau apakah Kau bersedia mengabulkan doaku ini atau tidak, meski aku tau doaku ini terdengar mustahil dan sulit untuk dikabulkan tapi aku tetap berharap Kau tetap mau mendengarkannya.
Orang yang namanya sering aku lafazkan dalam hati dan kurajut dalam doa ini adalah orang yang membuat hidupku penuh warna dalam kesederhanaannya. Meskipun terkadang dia bikin aku geleng2 kepala tapi tak dapat kuingkari dia lebih sering membuatku tertawa. Aku sangat bersyukur diberi kesempatan bisa mengenal dia. Dia adalah lelaki perasa namun penuh kesederhanaan. Jauhkan dia dari sifat sombong yang belum pernah kutemukan dalam dirinya, ya Tuhan?
Ya Tuhan yang maha mendengar, jagalah kesehatannya. Ah andai saja dia tau kekhawatiranku melihatnnya beraktifitas hingga larut malam dan betapa aku mencemaskannya melihat beberapa batang rokok yang dia habiskan setiap hari. Jika kata2ku tak cukup mampu membuatnya berhenti, tolong ingatkan dia Tuhan, karena bila aku kehilangan dia, aku akan merasa kehilangan hidupku juga.
Aku senang melihat dia punya mimpi. Tolong bimbing dia dalam mewujudkan mimpi2nya Tuhan. Aku senang mendengar tiap kali dia bercerita tentang keinginan2nya itu tapi aku tak tau apa yang harus aku lakukan untuk membantunya agar tetap semangat merealisasikan semua keinginannya itu . Terus  kobarkan semangatnya Tuhan, meski aku  tak mampu menyemangatinya. Buat dia melakukannya untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Aku yakin dia mampu mewujudkan mimpinya yang akan membuat dirinya dan keluarganya bangga… termasuk aku juga, walaupun aku sadar bahwa keberadaanku tak pernah masuk dalam rencana hidupnya.
Apakah aku ada dalam mimpi2nya, Tuhan?  Selipkanlah sesekali jika tidak. Karena aku tak ingin dia melupakan aku saat dia terbangun pagi hari. Kau tau kan Tuhan, dia adalah orang yang pertama kali aku ingat saat membuka mata dan juga yang terakhir aku sebut sebelum tidur. Orang yang aku rindukan siang dan malam. Alasan aku menitikkan airmata akibat memendam rasa rindu padanya, serta pemilik hangat genggaman tangan yang selalu membuat aku takut kehilangan.
Tuhan yang maha lemah lembut, aku tak tau apa rencana yang Kau miliki atau yang sedang Kau tulis untuk dia, untuk aku dan untuk kami berdua, yang pasti aku bahagia sudah diberi kesempatan untuk mengenalnya lebih jauh bahkan diberi kesempatan untuk mencintainya. Maka aku hanya bisa menyematkan namanya dalam doa2ku dan berharap Kau akan mengabulkannya.
Jagalah dia Tuhan, sekarang, nanti dan selamanya. Bersamaku atau tidak, tetap berikan yang terbaik  untuknya. Limpahkanlah kebahagiaan untuk dia dan keluarganya sampai kapanpun.
Terima kasih telah mendengar doaku.
Amin ya Robb…